Showing posts with label Cara Termudah. Show all posts
Showing posts with label Cara Termudah. Show all posts

Bina' Ajwaf | Cara Termudah | Shorof Praktis

CARA MENGUASAI BINA AJWAF

Assalamu'alaikum wr. wb.
Bagaimana kabar Anda hari ini?
Saya doakan semoga senantiasa sehat wal 'aafiyat dan segala aktifitasnya lancar disertai limpahan anugrah dan karunia dari Tuhan Yang Maha Penyayang

miskin kaya
Bina Ajwaf,- Ialah sebutan lain bagi mu'tal ain. Yakni fi'il yang 'ain fiilnya terdiri dari huruf 'illat, seperti: قَوَلَ، بَيَعَ ،طَوُلَ، هَيِبَ dan خَوِفَ. Perhatikan tashrifan asal semua fiil tadi sebelum kita terapkan aturan perubahannya:
Setelah memperhatikan beberapa contoh fi'il bina ajwaf, sekarang akan dibahas mengenai cara mudah (trik) menguasai semua jenis fi'il yang sama.
Bina' Ajwaf | Cara Termudah
Berikut cara-cara menguasainya yang menurut saya sangat mudah untuk diterapkan:
1. Tidak ada huruf 'illat yang menerima harkat. Semua harkat huruf 'illat dipindahkan pada huruf sebelumnya apabila huruf sebelumnya itu sukun. Kecuali jika huruf 'illat itu bertasydid (ganda). Lalu huruf 'illat dirubah pada huruf yang sesuai dengan harkat sebelumnya. Yaitu: jika harkat sebelumnya dlommah maka huruf 'illat dirubah pada wawu, jika kasroh maka dirubah pada ya dan jika berharkat fathah maka dirubah pada alif setelah memindahkan harkatnya pada huruf sebelumnya yang sukun. Kecuali dalam kebanyakan mashdar taukid tsulatsi mujarrod, baik wawu atau ya tidak dirubah untuk mengetahui asal huruf 'illat itu sendiri. Seperti: صَوْنًا dan سَيْرًا
2. Huruf 'Illat (wawu atau ya) dirubah menjadi hamzah pada isim fa'il tsulatsi mujarrod. Contoh: صَائِنٌ dan سَائِرٌ. Tidak untuk wazan فَعُلَ sebab isim fa'ilnya kebanyakan berwazan فَعَلٌ atau فَعِيْلٌ
3. Huruf 'illat dibuang ketika terjadi اِلْتِقَاءُ السَّاكِنَيْنِ (bertemu 2 huruf sukun). Seperti: لاَ تَقُلْ asalnya لاَ تَقُوْلْ
4. Wawu wazan مَفْعُوْلٌ (isim maf'ul tsulatsi mujarrod) dibuang. Lalu, bentuk isim maf'ulnya menjadi مَفْعُلُ untuk huruf 'illat wawu dan berwazan مَفْعِلٌ untuk huruf 'illat ya setelah memindahkan harkatnya pada huruf sukun sebelumnya.
5. Mashdar mim, isim zaman dan isim makan fi'il tsulatsi mujarrod untuk huruf 'illat wawu berwazan مَفْعَلٌ dan untuk huruf 'illat ya berwazan مَفْعِلٌ. Mashdar mim, biasanya memakai ta marbutoh di akhirnya
Sekarang, lihat gambar fi'il-fi'il tadi setelah dimasukkan cara merubahnya. Perhatikan pula warnanya masing-masing sesuai dengan kelima cara tersebut:
Bina' Ajwaf | Cara Termudah
Dalam tsulatsi maziid, yang mengalami perubahan huruf 'illat seperti tsulatsi mujarrod hanya pada wazan أَفْعَلَ، اِنْفَعَلَ، اِفْتَعَلَ dan اِسْتَفْعَلَ 
Sebagai contoh, kita masukkan kata خَوِفَ pada keempat wazan tsulatsi maziid yang disebutkan:
Bina' Ajwaf | Cara Termudah
Lalu, setelah kita terapkan sebagian besar cara yang ada pada tsulatsi mujarrod (lihat warna hurufnya) perubahannya menjadi:
Bina' Ajwaf | Cara Termudah | Shorof Praktis
Keterangan: Kolom berwarna hijau perubahan yang tidak dibahas pada cara-cara tadi. Selainnya sudah tercakup oleh cara-cara yang telah dibahas
Demikianlah uraian singkat tentang cara menguasai bina ajwaf. Semoga bermanfaat
Mohon maaf atas segala kekurangan
Terima kasih sudah mampir

Wassalamu'alaikum wr. wb.
Read More

Bina Mahmuz | Cara Paling Jitu | Shorof Praktis

KUPAS TUNTAS BINA MAHMUZ

Assalamu'alaikum wr. wb.
Puji bagi Allah, penguasa jagat raya. Sholawat-salam untuk Nabi tercinta
Sebelum saya menulis artikel ini, ada beberapa pertanyaan tentang bina mahmuz, antara lain:
Apa sih mahmuz itu? kenapa fiil yang berhamzah terkadang hamzahnya hilang? apa cara paling jitu memahaminya? dan jenis-jenis bina mahmuz itu apa saja?
Jika pembaca mengalami hal yang sama, semoga shorof praktis: 'kupas tuntas bina mahmuz' ini bisa menjadi jawabannya
Bina Mahmuz | Cara Paling Jitu
Bina Mahmuz,- Pengertiannya adalah fi'il yang huruf penyusunnya terdafat hamzah. Baik itu fa fi'il, 'ain fi'il atau lam fi'il. Tahukah Anda cara jitu untuk menguasainya?
Pada postingan kali ini, kita akan membahasnya satu-persatu sesuai yang ada pada kitab al-kailaniy.
Tapi sebelum kita mulai, ada yang harus diketahui bahwa pada prinsipnya, cara men-tashrif bina mahmuz tidak beda seperti fi'il-fi'il shohih lainnya (karena memang hamzah adalah huruf shohih). Hanya saja terkadang hamzah ini diperlakukan seperti huruf 'illat dalam beberapa kondisi. Alasannya karena hamzah adalah huruf yang berasal dari pangkal tenggorokan yang mana lisan orang Arab merasa berat mengucapkannya apalagi jika hamzah yang berharkat bertemu hamzah lagi yang sukun (kalau lisan orang Indonesia, tampaknya biasa-biasa saja deh, hehe).
Oke sobat, sekarang kita bahas saja tentang fi'il-fi'il bina mahmuz ini. Saya bagi menjadi 2 kategori saja (mudah-mudahan lebih mudah)

1. Bina mahmuz pada fi'il yang shohih

a. Hamzah wajib dirubah ketika terdapat hamzah qotho' yang berharkat bertemu dengan hamzah sukun setelahnya. Caranya adalah hamzah sukun itu dirubah menjadi huruf yang sesuai dengan harkat hamzah sebelumnya. Maksudnya, jika sebelumnya berharkat fathah, maka hamzah sukun diubah menjadi alif, jika dlommah maka diubah menjadi wawu dan jika kasrah maka hamzah berubah menjadi ya. Seperti: آمَن. Asalnya أَأْمَنَ. Lalu hamzah kedua yang sukun dirubah menjadi alif, menjadi آمَنَ
Sedangkan, Jika hamzah pertama adalah hamzah washol dan ada huruf berharkat sebelumnya, hamzah kedua yang dirubah menjadi huruf alif, ya atau wawu, dikembalikan lagi menjadi hamzah sebagaimana asalnya. Contoh: اُوْمُرْ (fiil amar dari يَأْمُرُ) asalnya اُؤْمُرْ lalu hamzah kedua dirubah menjadi wawu, menjadi اُوْمُرْ. Lalu dirubah lagi menjadi hamzah ketika sebelum hamzah pertama (hamzah washol) ada huruf berharkat. Menjadi: وَأْمُرْ. Dalam ayat al-qur'an:
وَ أْمُرْ أّهْلَكَ بِالصَّلاَةِ
"Dan perintahlah keluargamu untuk sholat"
Intinya Baik dalam tsulasi mujarrod ataupun mazidshohih semua atau yang terdapat mu'tall, ketika ada dua hamzah, yang pertama berharkat dan yang kedua sukun, hamzah kedua wajib dijadikan huruf yang sesuai dengan harkat pada hamzah sebelumnya 
b. Orang-orang Arab, selalu membuang kedua hamzah pada fi'il amar kata: خُذْ، كُلْ dan مُرْ.  Asalnya: اُوْخُذْ، اُوْكُلْ dan اُوْمُرْ. Seperti ucapan Rosul SAW:
مُرُوْا اَوْلاَدَكُمْ بِالصَّلاَةِ لِسَبْعٍ
"Perintahlah anak kalian untuk sholat karena telah berusia tujuh tahun"
Atau dalam surat al-Baqoroh:
يَآأَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا كُلُوْا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ وَاشْكُرُوْا لِلهِ إِنْ كُنْتُمْ إيَّاهُ تَعْبُدُوْنَ
"Wahai orang-orang beriman, makanlah yang baik dari apa yang telah aku berikan pada kalian dan bersyukrlah pada Allah jika memang kalian hanya menyembah pada-Nya"
Jadi cara mentashrifnya adalah seperti ini:
أَمَرَ يَأْمُرُ أَمْرًا وَمَأْمَرًا فَهُوَ آمِرٌ وَذَاكَ مَأْمُوْرٌ مُرْ لَا تَأْمُرْ مَأْمَرٌ مَأْمَرٌ
Demikian pula kata أَخَذَ dan أَكَلَ
Pembahasan pertama dan kedua ini disebut mahmuz fa' (fi'il yang huruf fa' fi'ilnya hamzah). 
c. Untuk mahmuz 'ain (huruf 'ain fi'ilnya hamzah) dan mahmuz lam (huruf lam fi'ilnya hamzah), tidak ada perubahan dalam tashrifannya selain kata سَأَلَ يَسْأَلُ اِسْأَلْ. Fi'il ini, boleh dibaca سَالَ يَسَالُ dan fi'il amarnya سَلْ. Dalam al-Qur'an:
سَلْ بَنِيْ اِسْرَآئِيْلَ كَمْ آتَيْنَاهُمْ مِنْ آيَةٍ بَيِّنَةٍ... (البقرة: 211)
"Tanyalah Bani Israil, berapa banyak tanda yang nyata telah kami datangkan pada mereka.."

2. Bina mahmuz yang juga terdapat huruf 'illat

a. Mahmuz fa dengan bina ajwaf. Seperti: آبَ يَؤُوْبُ أَوْبًا. Mentashrifnya disamakan dengan قَالَ يَقُوْلُ. 
b. Mahmuz fa dengan bina naqish. Seperti: أَتَي يَأْتِي إِتْيَانًا. Mentashrifnya disamakan dengan رَمَى يَرْمِي رَمْيًا. Hanya saja, orang Arab membolehkan pembacaan اِيْتِ atau تِ pada fi'il amar dari kata يَأْتِي
c. Mahmuz fa dengan lafif maqrun. Seperti: أَوَى يَأْوِي أَيًّا. Disamakan dengan شَوَى يَشْوِي شَيًّا. Fi'il amar dan fi'il nahyi-nya: اِيْوِ لاَ تَأْوِ
Cara mentashrifnya adalah:
أَوَى يَأْوِي أَيًّا وَمَأْوًى فَهُوَ آوٍ وَذَاكَ مَأْوِيٌّ اِيْوِ لاَ تُؤْوِ مُؤْوًى مُؤْوًى

d. Mahmuz 'ain dengan bina naqish. Seperti: نَأَى يَنْأَى نَأْيًى dan رَأَى يَرْأَى رُؤْيَةً. Mentashrifnya sama seperti رَعَى يَرْعَى رَعْيًا. Perhatikan cara mentashrifnya:

نَأَى يَنْأَى نَأْيًى وَمَنْئًى فَهُوَ نَاءٍ وَذَاكَ مَنْئِيٌّ اِنْأُ لاَ تَنْأَ مَنْئًى مَنْئًى
Namun orang Arab terbiasa membuang hamzah untuk fi'il mudlore رَأَى. Menjadi: يَرَى. Fi'il amarnya pun boleh اِرْأَ atau رَ
e. Untuk mahmuz lam (huruf lam fi'ilnya hamzah) ditashrif seperti biasa sesuai pola (wazan). Seperti kata سَاءَ يَسَاءُ atau جَاءَ يَجِيْئُ. Hanya saja, khusus dalam isim fa'ilnya hamzah (lam fi'il) pindah posisi menjadi 'ain fi'il, lalu huruf 'illat dibuang (menurut al-khalil), maka hasilnya: جَاءٍ. Prosesnya: جَايِئٌ menjadi جَائِيٌ lalu huruf ya dirubah menjadi harkat sebelumnya sebagaimana dijelaskan dalam bina naqish. 
Demikian pula tatkala fi'il يَرَى jika dimasukkan pada wazan أَفْعَلَ, hamzahnya hilang:
أَرَى يُرِي إِرَاءَةً وَمُرًى فَهُوَ مُرٍ وَذَاكَ مُرًى أَرِ لاَ تُرِ مُرًى مُرًى
Asalnya:
أَرْأَى يُرْئِي إِرْآءً وَمُؤْرًى فَهُوَ مُؤْرٍ وَذَاكَ مُؤْرًى أَأْرِ لاَ تُؤْرِ مُؤْرًى مُؤْرًى
Nah, demikianlah penjelasan tentang fi'il bina mahmuz yang dapat saya sampaikan. Semoga bermanfaat dan menjadi sarana untuk kita semua dalam memahami teks-teks berbahasa Arab terutama al-Qur'an dan hadits Nabi SAW
Mohon maaf atas segala kekurangannya.
Terima kasih
Wassalamu'alaikum wr. wb.
Read More

Cara Cepat Menguasai Bina Naqish | Shorof Praktis

CARA MUDAH MENGUASAI FI’IL NAQISH

Assalamu’alaikum wr. wb.
Segenap puji bagi Ilahi yang telah banyak memberi tanpa henti, shalawat dan salam untuk makhluq terbaik di dunia, sang pencerah dan pembimbing manusia dari kegelapan menuju cahaya yang terang benderang.
Kali ini, pembahasan shorof kita tentang mu'tall lam. Akan dijelaskan dengan sangat praktis
Cara Cepat Menguasai Bina Naqish | Trik
Bina Naqish,- Sebutan lainnya adalah mu'tal lam. Yakni fi’il yang huruf akhirnya (lam fi'il) merupakan huruf ‘illat wawu, ya atau alif (pengganti wawu dan ya). Naqish artinya yang kurang. Disebut naqish karena lam fi’ilnya tidak berharkat seakan-akan huruf fi’il itu kurang.
Adapun cara menguasai fi’il jenis ini, berikut cara-caranya:
1. Dalam fi'il madli, huruf 'illat dirubah menjadi alif  jika sebelumnya berhakat fathah (apabila huruf 'illatnya wawu, alifnya ا. Jika ya, maka alifnya ى). Contoh: غَزَا، رَمَى asalnya: غَزَوَ، رَمَيَ. Sedangkan, jika huruf ‘illat berada setelah kasroh atau dlommah, maka harkat huruf ‘illat ditetapkan dan berharkat. Contoh: خَشِيَ، سَرُوَ. 
2. Dalam fi'il mudlore, semua huruf 'illat tidak menerima harkat dan huruf ‘illat disesuaikan dengan harkat sebelumnya. Artinya jika harkat sebelumnya dlommah, maka huruf ‘illat menjadi wawu, jika sebelumnya kasrah, huruf ‘illat berubah menjadi ya. Seperti: يَدْعُو، يَرْمِي، يَرْضَى
3. Huruf ‘illat wawu dirubah menjadi ya dalam tsulatsi maziid, maka alif penggantinya pun menjadi ى. Seperti أَغْزَى (tsulatsi maziid dari fi’il غَزَا). Hail ini sebagaimana dijelaskan dalam kitab al-Kailaniy:
لِأنَّ كُلَّ وَاوٍ إذَا وَقَعَتْ رَابِعَةً فَصَاعِدًا وَلَمْ يَكُنْ مَا قَبْلَهَا مَضْمُوْمًا قُلِبَتْ يَاءً
"Wawu dirubah menjadi ya jika menjadi huruf keempat (dalam fi'il madli) atau lebih dan sebelumnya bukan huruf yang berharkat dlommah"
Sedangkan, mulai dari tsulatsi mazid, tidak ada huruf dlommah sebelum lam fi'il. Semuanya kasrah atau fathah. 
4. Huruf 'illat berharkat dalam kebanyakan mashdar taukid fi’il tsulatsi mujarrod. Contoh: غَزْوًا dan رَمْيًا
5. Jika huruf 'illat wawu dan ya berkumpul, maka wawu dirubah pada ya. Kaidahnya:
لِأنَّ الْوَاوَ وَالْيَاءَ إِذَا اجْتَمَعَتَا فِى كَلِمَةٍ وَكَانَتِ الأُوْلَى مِنْهَا سَاكِنَةً ( سَوَاءٌ كَانَتِ الوَاوُ أَوِ الْيَاءُ ) فَإِنَّ الْوَاوَ تُقْلَبُ يَاءً وَتُدْغَمُ الْيَاءُ فِى الْيَاءِ
 "Jika wawu dan ya berkumpul dalam satu kata dan huruf yang pertama dari keduanya sukun (baik itu wawu atau ya), maka wawu dirubah pada ya lalu ya disatukan dengan ya (ditasydid)"
Sekaligus harkat huruf sebelum kedua huruf 'illat ini pun menjadi kasrah. Contoh: مَغْزُوٌّ (huruf 'illatnya wawu asalnya مَغْزُوْوٌ) dan مَسْرِيٌّ (huruf 'illatnya ya asalnya مَسْرُوْيٌ, lalu مَسْرُيْيٌ, lalu harkat ro dikasrahkan dan ya diidghomkan, menjadi مَسْرِيٌّ)
Kaidah ini berlaku untuk mashdar fi'il naqish yang masuk pada wazan فَعَّلَ، تَفَعَّلَ dan تَفَاعَلَ.
6. Khusus dalam mashdar yang lebih dari tiga huruf 'fiil madlinya: huruf ‘illat dirubah menjadi hamzah jika sebelumnya ada alif. Seperti: إِسْرَاءً asalnya اِسْرَايًا
7. Selain yang telah disebutkan di atas, huruf 'illat dirubah pada harkat huruf sebelumnya. artinya, huruf sebelumnya menjadi tanwin (fathah & kasrah) jika tidak beralif-lam. Seperti: رَامٍ، غَازٍ، مُسْرٍ، مُسْرًى. Sedangkan jika ber-alif lam, huruf 'illat menjadi tampak. Contoh: الرَّامِي، الْغَازِي، الْمُسْرِي dan الْمُسْرَى
Selanjutnya, saya contohkan cara mentashrif fi'il-fi'il naqish ini sebelum menerapkan cara-caranya. Kita ambil contoh yang asalnya wawu dan ya tsulatsi mujarrod dan satu wazan tsulatsi maziid fiih
Contoh fi’il naqish dengan huruf ‘illat wawu adalah: غَزَا، سرُوَ
Contoh fi’il naqish dengan huruf ‘illat ya adalah: سَرَى، خَشِيَ
Contoh fi'il naqish dalam tsulatsi maziid fiih: أَغْزَى
Jika huruf ‘illatnya wawu, wazannya: فَعَلَ يَفْعُلُ dan فَعُلَ يَفْعُلَ, sedangkan jika huruf ‘illatnya ya, wazannya: فَعَلَ يَفْعِلُ dan فَعِلَ يَفْعَلُ.
Maka dari itu, kita masukkan  kelima fi’il tadi pada wazan-wazannya:
Cara Cepat Menguasai Bina Naqish | Trik
Lalu, kita terapkan cara-cara yang telah kita bahas tadi dan perhatikan warna hurufnya (sesuai dengan warna cara di atas), menjadi:
Cara Cepat Menguasai Bina Naqish | Trik
Kalau sahabat bertanya: 
Kenapa fi'il amar dan fi'il nahyi tidak dibahas dalam cara-cara tadi?, padahal fi'il dan fi'il nahyi pun huruf 'illatnya dibuang?
Jawabannya: 
Karena fi'il amar dan nahyi itu diambil dari fi'il mudlore yang beri'rob jazm, sedangkan tanda jazm fi'il mudlore mu'tal akhir adalah dengan membuang huruf 'illat. Maka, dalam kedua fi'il tersebut huruf 'illat dibuang.
Agar lebih jelas, silahkan baca juga tentang: Membuat Fi'il Amar dan I'rob
Lalu, kita coba men-tashrif fi'il غَزَوَ yang dimasukkan pada wazan فَعَّلَ، تَفَعَّلَ dan تَفَاعَلَ . Terlebih dahulu kita asalkan (tanpa menerapkan cara-cara di atas). Yaitu: 
Bina Naqish Tsulatsi Mazid
Setelah kita terapkan kaidahnya, menjadi:
Menguasai Bina Naqish Tsulasi Mazid
Asal kata تَغْزِيًّا adalah تَغْزِيْوًا, lalu wawu dirubah menjadi ya sesuai kaidah tadi (nomor 5), menjadi تَغْزِيْيًا, kemudian ya disatukan (diidghomkan) dengan ya, menjadi: تَغْزِيًّا
Demikian pula jika kata عَلَا يَعْلُو dan سَرَى يَسْرِي kita masukkan pada ketiga wazan tersebut.
Oke sobat, kita cukupkan sekian pembahasan tentang menguasai bina naqish ini. Semoga bermanfaat dan menjadi mudah untuk memahami fi'il-fi'il dengan jenis ini. Kita niatkan dengan belajar shorof dan nahwu ini utamanya untuk memahami dua panduan yang sangat dasar dalam agama islam; al-Qur'an dan Hadits. Semoga dengan niatan itu, Allah membukakan jalan selebar-lebarnya bagi kita untuk meraihnya.
Mohon maaf yang sebesar-besarnya. Jika ada yang tidak difahami, jangan sungkan untuk bertanya dan bertanya kepada yang lebih mengetahui.
Terima kasih atas waktu yang Sobat luangkan untuk berkunjung ke blog saya yang sederhana ini. Semoga dicatat sebagai ibadah oleh-Nya.
Wassalamu'alaikum wr. wb.
Read More

Cara Mudah Menguasai Tashrif Lughowi | Shorof Praktis

TASHRIF LUGHOWI

Assalamu'alaikum wr. wb.
Apa kabar hari ini?. Saya do'akan semoga senantiasa sehat wal 'aafiyat dan hari-harinya dipenuhi dengan limpahan anugerah dan keberkahan dari Allah SWT

Tashrif Lughowi,- Sebagaimana dijelaskan dalam macam-macam tashrif, bahwa tashrif terbagi dua macam; isthilahiy dan lughowiy
Pada tulisan kali ini, yang akan dibahas secara praktis khusus masalah tahsrif atau shorof lughowiy sebagaimana judul.
Kita mulai saja pembahasannya.
Pembahasan ini terbagi menjadi beberapa bagian sesuai kategori fi'ilnya, yakni; fi'il salim, fi'il mudlo'af dan fi'il mu'tall dan akan dibahas berdasarkan kategorinya masing-masing

1. Tashrif Lughowi Wazan dan Termasuk Fi'il Salim
Polanya adalah seperti ini:
Cara Mudah Menguasai Tashrif Lughowi
Perubahan tashrif lughowi tidak seperti tashrif istilahiy. Dalam fiil madli, yang berubah hanya huruf ujungnya. Sedangkan dalam fi'il mudlore, ditambah dengan perubahan huruf ke-mudlore-annya tapi tidak merubah harkat huruf kemudlorean tersebut seperti dalam contoh. 
Sedangkan perubahan untuk isim, hanya 6 perubahan, karena memang isim itu ada 6; isim mufrod (yang menunjukkan tunggal), isim tatsniyah (yang menunjukkan 2), isim jama' (yang menunjukkan lebih dari dua) untuk masing-masing mudzakkar dan muannats.
Tashrif isim  fa'il
Untuk contoh, kita tashrif kata فَرَّحَ يُفَرِّحُ dengan tashrif lughowiy:
Tashrif Lughowi Tsulatsi Mazid
Demikianlah setiap wazan-wazan fiil salim jika ditashrif dengan tashrif lughowi.
2. Tashrif Lughowiy Fi'il Mudlo'af
Tahukah pembahasan tentang pembagian idghom untuk fi'il mudlo'af?. Jika tidak, silakan baca: Cara Mudah Menaklukkan Fi'il Mudlo'af
Dalam postingan itu, ada idghom yang tercegah dan salah satunya ada pada tashrif lughowi, yaitu jika ada kata yang sama, yang keduanya sukun dan setelahnya ada huruf yang berharkat. Dalam tashrifan inilah yang dimaksud dengan pernyataan tersebut
Contoh kata فَرَّ يَفِرُّ ketika ditashrif dengan tashrif lughowi adalah:
Cara Mudah Menguasai Tashrif Lughowi Bina Mudlo'af
Saya kira cukup mudah untuk fi'il ini. Jadi contohnya pun saya rasa cukup satu... hehe
3. Tashrif Lughowi Fi'il Mu'tal 'Ain (Ajwaf)
Pola untuk tashrif lughowi mu'tall fa, sama saja dengan fi'il saalim/shohih. Karena tashrif lughowi tidak merubah harkat dan susunan huruf yang sebelum akhir. Maka dari itu, kita langsung saja ke pola tashrifan lughowi untuk mu'tall ain.
Sebelumnya, ingat dulu satu hal: Huruf 'illat dibuang jika setelah huruf 'illat itu ada huruf yang sukun. Karena terjadi اِلْتِقَاءُ السَّاكِنَيْنِ (bertemu dua huruf sukun). Seperti: قُوْلْ (fi'il amar fiil يَقُوْلُ), menjadi قُلْ. Tapi huruf illat dikembalikan lagi jika setelahnya huruf yang berharkat. Contoh: قُوْلاَ
Polanya terbagi lagi, menjadi 2 yaitu:
a. Tashrif lughowi fi'il mu'tall ain dalam tsulatsiy mujarrod. 
- Fi'il madli wazan فَعَلَ. Contoh قَالَ (alif berasal dari wawu) dan بَاعَ. (alif asalnya dari ya).
Tashrif Lughowi Bina Ajwaf Fi'il Madli
Wazan فَعَلَ ini sangat memperhatikan asal huruf 'illat. Agar lebih mudah, untuk huruf 'illat wawu, samakan saja cara men-tashrif-nya sepert قَالَ dan yang huruf 'illatnya ya samakan seperti بَاعَ.


Cara mudah untuk mengetahui tahu bahwa alif itu asalnya wawu/ya?. Itu berdasarkan fi'il mudlorenya, sebab huruf 'illat wawu tidak akan masuk pada wazan يَفْعِلُ sebagaimana yang asalnya ya tidak akan masuk pada wazan يَفْعُلُ (ingat, hanya jika fiil madlinya berwazan فَعَلَ). Juga tidak mungkin masuk pada wazan فَعَلَ يَفْعَلُ sebab aturan untuk wazan ini: 'ain atau lam fiilnya harus berhuruf halaq; أ، هـ، ع، ح، غ dan خ sedangkan huruf و dan ي tidak termasuk
- Fi'il madli wazan فَعُلَ (pasti huruf 'illatnya berasal dari wawu) dan فَعِلَ (baik huruf 'illatnya wawu ataupun ya) tetap mengikuti wazan. Hanya saja harkat fa fi'il dirubah dengan harkat ain fiil. Perhatikan gambar ini:
Tashrif Lughowi Fi'il Madli Bina Ajwaf
Asal kata طُلْنَ، خِفْنَ dan هِبْنَ adalah طَوُلْنَ، خَوِفْنَ dan هَيِبْنَ wazan فَعِلَ. Lalu harkat huruf 'illat dipindahkan pada fa fi'il. menjadi: طُوْلْنَ، خِوْفْنَ dan هِيْبْنَ. Karena terjadi اِلْتِقَاءُ السَّاكِنَيْنِ (bertemu dua huruf sukun), maka dibuanglah huruf 'illat. Jadilah: طُلْنَ، خِفْنَ dan هِبْنَ. Begitulah seterusnya dari dlomir هُنَّ sampai نَـحْنُ.
b. Tashrif lughowi bina ajwaf dalam fi'il tsulatsi maziid (madli/mudlore) dan fi'il mudlore tsulatsi mujarrod
Dalam bagian ini, yang berlaku hanya membuang huruf jika bertemu dua huruf sukun (اِلْتِقَاءُ السَّاكِنَيْنِ). Pergatikan gambar berikut ini!
Tashrif Lughowi Bina Ajwaf Madi dan Mudlore
Yang diwarnai merah berarti اِلْتِقَاءُ السَّاكِنَيْنِ
4. Tashrif Lughowi Fi'il Mu'tall Lam (naqish)
Pada bagian ini pun kita bagi dua, menjadi:
a. Tashrif lughowi fi'il mu'tall lam pada fiil madli
Jika terdapat huruf fathah sebelum huruf illat, maka huruf illat dibuang secara mutlaq ketika dimasuki dlomir هُمْ، هِيَ dan هُمَا (untuk muannats), sedangkan selainnya ditetapkan (tidak dibuang). Perhatikan contoh:
Menguasai Tashrif Lughowi Fi'il Madli Sulasi Mujarrod
Kenapa huruf ش dan ر pada kata خَشُوْا dan سَرُوْا didlommahkan tidak difathahkan?. Jawabannya, dalam kitab al-Kailani:
لِأَنَّ وَاوَ الضَّمِيْرِ إِذَا اتَّصَلَ بِالْفِعْلِ النَّاقِصِ بَعْدَ حَذْفِ اللَّامِ فَإِنِ انْفَتَحَ مَا قَبْلَهَا أُبْقِيَ عَلَى الْفَتْحِ وَإِنِ انْضُمَّ ضُمَّ
"Wawu dlomir jika bersambung dengan fiil naqish (mu'tall lam) setelah huruf lam fi'ilnya dibuang, (Perhatikan!) jika huruf sebelum (huruf 'illat) itu fathah, maka ditetapkan dalam fathah sedangkan jika dlommah atau kasrah (sebelum huruf 'illatnya) maka didlommahkan"
Jadi asal خَشُوْا itu adalah خَشِيُوْا, lalu harkat huruf 'illat sebelum dibuang dipindahkan pada huruf sebelumnya; ش, menjadi: خَشُيْوْا, setelah itu huruf 'illat; ي dibuang, jadilah خَشُوْا
Demikian pula kaidah ini berlaku pada fi'il madli yang lebih dari tiga huruf (tsulatsi maziid dan ruba'i) dan untuk fi'il madli yang lebih dari tiga huruf, cara mentashrifnya disamakan dengan رَمَى. Contoh:
Tashrif Lughowi Fi'il Madli Bina Naqish
b. Tashrif lughowi fi'il mu'tall lam pada fiil mudlore
Agar mudah ketika mentashrif fi'il mudlore dari bina naqish ini, hendaklah memperhatikan akhir dari fi'il mudlorenya itu sendiri. Ada yang berakhiran wawu seperti يَغْزُو, ada yang berakhiran ي seperti يَرْمِيdan ada yang berakhiran alif seperti يَرْضَى. Setelah kita tahu akhirannya, perhatikan polanya:
Cara Mudah Menguasai Tashrif Lughowi Mu'tal Lam
Setelah kita hafal, samakanlah fi'il-fi'il yang sama akhirannya. Seperti يَدْعُو sama dengan يَغْزُو. Lalu يَسْرِي sama dengan يَرْمِي dan يَخْشَى sama dengan يَرْضَي. Demikian pula untuk fi'il-fi'il tsulatsi maziid dan ruba'i. Yang terpenting, akhir dari fi'ilnya sama bahkan ketika fi'il itu diubah menjadi bentuk mabniy lil majhul (kata kerja bentuk pasif). Perhatikanlah gambar berikut:
Cara Mudah Menguasai Tashrif Lughowi Bina Naqish
Kata يُعْطِي akhirnya sama dengan يَرْمِي dan kata يَتَعَالَى juga يُرْمَى (bentuk mabniy majhul dari يَرْمِيْ) sama dengan يَرْضَى
Begitulah fi'il-fi'il lain. Sekali lagi, yang terpenting dalam fi'il mudlore bina naqish ini adalah huruf illat dan harkat huruf sebelumnya.
Saya kira cukuplah pembahasan tentang tashrif lughowi ini. Saya sarankan kepada pembaca untuk berlatih dan terus berlatih agar semakin lancar dan berkembang pula pemahaman kita tentang Bahasa Arab, Bahasa al-Qur'an dan Hadits.
Mohon maaf atas segala kekurangan dan kesalahan saya. Jika dirasa ada yang salah, boleh kita berdiskusi lewat komentar
Terima kasih atas kunjungan Anda di blog saya yang serba kekurangan ini
Wassalamu'alaikum wr. wb.
Read More

5 Cara Termudah Menguasai Bina Mitsal (Mu'tal Fa) | Shorof Praktis

TRIK MUDAH MENGUASAI FI'IL MU'TAL FA


Assalamu'alaikum wr. wb. 
Bagaimana kabar pembaca hari ini?, Saya doakan semoga sehat selalu dan diliputi curahan rahmat dan ampunan Allan SWT
5 Cara Termudah Menguasai Bina Mitsal (Mu'tal Fa)
Shorof Praktis Mu'tal Fa',- Sebagaimana dijelaskan dalam mengetahui fi'il mu'tal, bahwa Mu'tal fa' disebut juga bina mitsal karena huruf illat menerima harkat sebagaimana fiil-fiil shohih, padahal, pada prinsipnya, huruf 'illat itu tidak boleh menerima harkat.
Pada tulisan kali ini, saya akan mencoba membahas trik mudah menguasai fiil mu'tal fa. Semoga para pembaca menjadi lebih mudah untuk men-tashrif fiil-fiil jenis ini tanpa bersusah payah menghafal tashrifan semua fiil satu persatu. Umpamanya, ketika fiil وَعَدَ dimasukkan pada wazan-wazan yang lain, baik dari tsulatsi mujarrod itu sendiri ataupun kepada tsulatsi maziid, dapat men-tashrif-nya dengan mudah.
Oke, kita langsung saja...

Trik Fi'il Bina Mitsal (Mu'tall Fa)

Sebelumnya, mohon maaf jika trik ini tidak mewakili semua yang berkaitan tentang mu'tall fa, karena ini adalah pendapat saya sendiri sebagai kesimpulan dari kitab yang saya baca. Untuk perbandingannya, pembaca bisa merujuk langsung pada kitab al-Kailaniy. 
Adapun trik-trik yang menurut saya sangat mudah untuk menguasai fiil mu'tall fa adalah sebagai berikut:
1. Huruf 'illatو hilang ketika masuk pada fiil mudlore berwazan يَفْعِلُ, baik فَعَلَ يَفْعِلُ ataupun فَعِلَ يَفْعِلُ dan mashdar yang berwazan فِعْلَةً. Seperti:  وَعَدَ يَعِدُ عِدَةً dan وَمِقَ يَمِقُ مِقَةً. Asalnya: يَوْعِدُ وِعْدَةً dan يَوْمِقُ وِمْقَةً. Adapun fiil-fiil: يَضَعُ،يَطَأُ،يَسَعُ،يَذَرُ،يَقَعُ dan يَدَعُ itu hukumnya syadz (menyalahi kaidah). 
PERLU DIINGAT! Wawu hanya hilang jika wawu itu masuk pada wazan يَفْعِلُ (termasuk kata yang pengambilannya dari fiil mudlore seperti fiil amar dan fiil nahyi) dan mashdar فِعْلَةً. Selain itu tidak dibuang. Seperti: مَوْعَدٌ. Termasuk juga jika fiil mudlore tersebut dirubah menjadi fiil mabniy lil majhul (bentuk pasif), maka wawu tidak hilang. Seperti: يُوْلَدُ (dilahirkan)
2. Selain itu, wawu-nya tidak dibuang. Seperti وَجِلَ يَوْجَلُ (wazan فَعِلَ يَفْعَلُ) dan وَجُهَ يَوْجُهُ (wazan فَعُلَ يَفْعُلُ)
3. Huruf 'illat wawu tak ada yang masuk pada wazan فَعَلَ يَفْعُلُ. Sedangkan huruf 'illat ya, selain wazan tersebut, ditambah dengan wazan فَعِلَ يَفْعِلُ
4. Isim zaman dan isim makan mu'tal fa' wawu masuk pada wazan  مَفْعِلٌ. Contoh: مَوْضِعٌ. 
5. Huruf 'illat ي, ditetapkan di semua wazan. Seperti: يَسَرَ يَيْسِرُ
Saya ingatkan kembali, bahwa huruf 'illat sangat fleksibel dan berubah-rubah, apalagi jika harkat sebelumnya sangat tidak 'ideal' dengan huruf 'illat itu sendiri (wawu setelah kasrah dan ya setelah dlommah). Adapun jika huruf 'illat terletak setelah fathah, untuk mu'tall fa, tidak dirubah menjadi alif. Jadi, jika kata يَوْجَلُ ingin dirubah menjadi fiil amar, wawu harus dirubah menjadi ya. Prosesnya: يَوْجَلُ menjadi يَوْجَلْ lalu وْجَلْ lalu اِوْجَل lalu اِيْجَلْ. Tapi jika ada huruf berharkat dlommah sebelum hamzah washol, seperti يَا زَيْدُ ايْجَلْ dibacanya 'Yaa Zaiduu jal' bukan 'Yaa zaiduy jal'. Trik ini, berlaku pula ketika fiil mu'tall fa dimasukkan pada wazan tsulatsi maziid.
Saya contohkan dua fiil; وَعَدَ يَعِدُ yang dimasukkan pada wazan أَفْعَلَ يُفْعِلُ. 
Kita asalkan terlebih dahulu:
5 Cara Termudah Menguasai Bina Mitsal (Mu'tal Fa)
Yang berwarna merah artinya huruf ‘illat berada setelah harkat yang sangat tidak ‘ideal’ dan harus disesuaikan agar ‘ideal’ (setelah kasrah menjadi ya, setelah dlommah menjadi wawu). Menjadi:
5 Cara Termudah Menguasai Bina Mitsal (Mu'tal Fa)
Demikianlah trik ini pun berlaku untuk wazan tsulatsiy mazid yang lain. 
TAMBAHAN:
- Jika fiil mu’tal fa masuk pada wazan اِفْتَعَلَ, maka hruf ‘illat dirubah menjadi ta lalu diidghomkan (disatukan). Seperti: اِوْتَحَدَ asal tsulatsi mujarrodnya وَحَدَ menjadi: اِتَّحَدَ. Untuk lebih mengetahui lebih jauh tentang wazan اِفْتَعَلَ silakan membuka Pernik-Pernik Wazan Tsulatsiy Maziid Fiih.
Untuk mengembangkan pemahaman dan sebagai latihan, silakan masukkan fi’il berikut ke wazan أَفْعَلَ، فَعَّلَ، فَاعَلَ، اِنْفَعَلَ، اِفْتَعَلَ، تَفَعَّلَ، تَفَاعَلَ dan اِسْتَفْعَلَ!
- وَجَبَ -ِ (يَفْعِلُ)
- وَثِقَ -ِ 
- وَضَعَ يَضَعُ
- يَفَعَ -َ (يَفْعَلُ)
- يَمُنَ -ُ (يَفْعُلُ)

Saya rasa cukup sekian pembahasan tentang cara mudah menguasai fiil mu’tall fa. Semoga bermanfaat. Mohon maaf atas segala kekurangannya. Jika pembaca merasa butuh untuk berkomentar, apalagi sebagai saran dan diskusi, saya akan senang hati membaca dan semoga bisa menanggapinya. 

Terima kasih atas kunjungan Anda. Semoga hari-hari anda penuh dengan keceriaan
Wassalamu’alaikum wr. wb.
Read More